Ketika hotel sedang penuh tamu, tantangan terbesar bukan cuma soal kamar yang laku, tapi juga bagaimana staf dan logistik tetap berjalan lancar. Mulai dari atur shift kerja, jaga stok linen & amenities, sampai pastikan komunikasi antar-tim tetap mulus, semuanya harus disiapkan dengan cerdas.
Mengelola penjualan hotel itu nggak cukup cuma hitung berapa kamar terjual. Kamu juga perlu tahu data penting seperti okupansi, sumber booking, performa kamar, hingga tren musiman. Nah, dengan PMS (Property Management System), semua data itu bisa langsung dianalisis otomatis tanpa ribet. Artikel ini membahas bagaimana PMS membantu bikin laporan penjualan, melacak sumber reservasi, sampai memberi prediksi tren tamu.
Ngatur reservasi hotel di Bali lewat banyak OTA kayak Booking.com, Agoda, Traveloka, sampai Airbnb memang bisa bikin ribet. Risiko overbooking, harga nggak konsisten, sampai waktu habis cuma buat update manual. Solusinya? Pakai Channel Manager yang bisa nyambungin semua OTA ke satu dashboard. Dengan begitu, kamu bisa hemat waktu, lebih profesional, dan tamu pun puas.
Pelajari cara menyusun paket promosi hotel untuk event lokal agar menarik tamu, meningkatkan okupansi, dan memperkuat citra hotel.
Strategi cross-selling dan upselling bisa jadi jawabannya. Dua teknik ini membantu hotel menawarkan produk atau layanan tambahan, atau upgrade kamar yang lebih premium, sehingga tamu merasa dimanjakan dan hotel dapat pemasukan ekstra.
SOP Reservasi Hotel itu penting biar semua staf punya cara kerja yang sama, tamu dapat layanan konsisten, dan risiko kesalahan minim. Mulai dari menerima booking, cek kamar, konfirmasi harga, sampai pencatatan pembayaran semuanya harus rapi. Biar makin mudah, pakai sistem PMS yang bisa catat data tamu otomatis, cek ketersediaan kamar real-time, dan sinkron dengan OTA. Hasilnya? Reservasi jadi cepat, rapi, dan profesional.
Peak season atau musim liburan adalah momen paling sibuk bagi hotel. Permintaan kamar meningkat, tamu datang silih berganti, dan persaingan antarhotel juga makin ketat.
Banyak hotel masih salah kaprah dengan menambah biaya tambahan saat tamu OTA check-in. Padahal, ini bisa merusak reputasi, melanggar perjanjian dengan OTA, bahkan bikin tamu komplain. Artikel ini membahas kenapa praktik itu berbahaya dan bagaimana cara yang benar dalam mengatur biaya tambahan agar tetap transparan dan tamu merasa puas.