Kebakaran merupakan salah satu kondisi darurat yang harus dipersiapkan dengan serius oleh setiap hotel. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan tindakan staf dapat membantu mencegah kepanikan serta mempercepat proses evakuasi tamu.
Hotel tidak hanya perlu menyediakan alat pemadam kebakaran, alarm, dan jalur evakuasi. Seluruh staf juga perlu memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana membantu tamu menuju area aman.
Karena itu, hotel perlu memiliki SOP tanggap darurat kebakaran yang jelas dan mudah dipahami oleh seluruh staf.
Hotel memiliki karakteristik yang berbeda dengan bangunan biasa. Tamu yang menginap belum tentu mengenal kondisi gedung, lokasi tangga darurat, titik kumpul, atau jalur keluar.
Selain itu, kebakaran dapat terjadi ketika hotel sedang dalam kondisi ramai, malam hari, atau saat sebagian tamu sedang tidur.
SOP yang jelas membantu staf untuk:
SOP juga sebaiknya tidak hanya disimpan sebagai dokumen. Staf perlu mendapatkan briefing dan latihan secara berkala agar prosedur tersebut benar-benar dipahami.
Setiap staf hotel sebaiknya mengetahui tanda-tanda awal terjadinya kebakaran, seperti:
Jika menemukan kondisi tersebut, jangan menganggapnya sebagai alarm palsu sebelum dilakukan pengecekan sesuai prosedur hotel.
Ketika staf menemukan api atau asap, langkah pertama adalah tetap tenang dan segera mengikuti SOP hotel.
Secara umum, urutannya dapat dibuat seperti berikut:
Temukan → Laporkan → Aktifkan alarm → Nilai kondisi → Evakuasi → Hubungi bantuan → Berkumpul di titik kumpul
Namun, urutan dan detail tindakan harus disesuaikan dengan sistem keselamatan dan kondisi bangunan masing-masing hotel.
Jika api masih kecil dan staf telah mendapatkan pelatihan penggunaan APAR, pemadaman awal dapat dilakukan hanya jika kondisi benar-benar aman dan jalur untuk menyelamatkan diri tetap tersedia.
Jika api membesar, asap tebal, atau kondisi tidak aman, jangan memaksakan diri untuk memadamkan api. Prioritaskan keselamatan dan segera lakukan evakuasi.
Jika sistem hotel memiliki manual fire alarm atau tombol alarm, staf yang menemukan kebakaran harus mengikuti prosedur untuk mengaktifkan alarm.
Tujuannya agar:
Pesan kepada tamu sebaiknya disampaikan dengan jelas dan tidak menimbulkan kepanikan.
Contohnya:
"Mohon tetap tenang dan ikuti arahan petugas. Silakan segera menuju jalur evakuasi terdekat dan berkumpul di titik kumpul yang telah ditentukan."
Hotel harus memiliki daftar kontak darurat yang mudah ditemukan oleh staf terkait.
Kontak tersebut dapat mencakup:
Informasi yang disampaikan sebaiknya mencakup lokasi hotel, lokasi kebakaran, kondisi yang terlihat, dan informasi penting lainnya.
Staf sebaiknya tidak menunda pelaporan hanya karena masih mencoba memastikan kondisi kebakaran.
Salah satu bagian penting dari SOP adalah pembagian tugas.
Jangan sampai ketika kebakaran terjadi semua staf melakukan hal yang sama atau justru saling menunggu.
Contoh pembagian tugas:
| Bagian | Tugas Utama |
|---|---|
| Front Office | Membantu memberikan informasi dan mengarahkan tamu |
| Security | Membantu pengamanan area dan mengatur akses |
| Housekeeping | Membantu pengecekan area sesuai prosedur dan mengarahkan tamu |
| Engineering | Menangani sistem teknis sesuai kewenangan dan prosedur keselamatan |
| F&B | Menghentikan aktivitas operasional dan membantu evakuasi |
| Supervisor/Manager | Mengkoordinasikan respons dan memastikan prosedur berjalan |
| Seluruh staf | Membantu tamu dan mengikuti instruksi tim tanggap darurat |
Pembagian ini dapat disesuaikan dengan ukuran dan struktur organisasi masing-masing hotel.
Ketika evakuasi dilakukan, prioritas utama adalah membantu tamu keluar dari area berbahaya dengan aman.
Staf sebaiknya:
Staf juga perlu menghindari tindakan yang dapat menyebabkan kepanikan, seperti berteriak tanpa memberikan instruksi yang jelas atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Jalur evakuasi harus mudah dikenali bahkan ketika kondisi hotel gelap atau dipenuhi asap.
Hotel sebaiknya memastikan:
Denah evakuasi juga sebaiknya menunjukkan posisi kamar atau area, jalur keluar, tangga darurat, lokasi APAR, alarm, dan titik kumpul sesuai desain keselamatan hotel.
Setelah keluar dari gedung, tamu dan staf harus diarahkan menuju assembly point atau titik kumpul yang telah ditentukan.
Titik kumpul sebaiknya berada di lokasi yang aman dan tidak mengganggu akses kendaraan pemadam kebakaran atau kendaraan darurat.
Di titik kumpul, staf dapat membantu melakukan pendataan sesuai prosedur hotel.
Front Office, misalnya, dapat membantu menyediakan informasi terkait tamu yang sedang menginap berdasarkan data reservasi atau laporan occupancy.
Namun, proses pendataan tidak boleh membuat staf atau tamu kembali masuk ke gedung yang masih berbahaya.
Ini menjadi salah satu kondisi yang perlu dipersiapkan dalam SOP hotel.
Staf yang bertugas melakukan pengecekan area harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan tidak menempatkan dirinya dalam kondisi berbahaya.
Jika terdapat informasi bahwa masih ada tamu di kamar atau area tertentu, informasi tersebut harus segera disampaikan kepada tim tanggap darurat atau petugas yang berwenang.
Staf tidak boleh mengambil risiko dengan memasuki area yang sudah dipenuhi asap atau api tanpa perlengkapan, pelatihan, dan kondisi yang memungkinkan.
Hotel juga perlu mempertimbangkan tamu yang mungkin membutuhkan bantuan lebih banyak ketika melakukan evakuasi, seperti:
Karena itu, staf perlu mengetahui prosedur hotel untuk membantu tamu dengan kebutuhan khusus.
Informasi tersebut sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan tanggap darurat, bukan baru dipikirkan ketika kejadian berlangsung.
APAR atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan salah satu perlengkapan penting di hotel.
Namun, keberadaan APAR saja tidak cukup. Staf yang ditunjuk perlu mendapatkan pelatihan mengenai penggunaannya.
Secara umum, pemadaman awal hanya dilakukan apabila:
Jika kondisi berubah menjadi tidak aman, segera hentikan upaya pemadaman dan lakukan evakuasi.
Dalam kondisi kebakaran, penggunaan lift untuk evakuasi umum sebaiknya dihindari karena dapat menjadi tidak aman ketika terjadi gangguan listrik, asap, atau kondisi lain yang memengaruhi sistem lift.
Hotel harus memberikan instruksi yang jelas kepada tamu mengenai penggunaan tangga darurat.
Petunjuk evakuasi juga perlu dipasang pada area yang mudah dilihat sehingga tamu tidak bingung ketika harus keluar dari gedung.
SOP yang hanya dibaca belum tentu membuat staf siap menghadapi kondisi sebenarnya.
Karena itu, hotel sebaiknya melakukan simulasi atau fire drill secara berkala sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Simulasi dapat digunakan untuk menguji:
Setelah simulasi, lakukan evaluasi untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Hotel dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
| Pemeriksaan | Status |
|---|---|
| Alarm kebakaran berfungsi | ☐ |
| APAR tersedia dan mudah diakses | ☐ |
| Jalur evakuasi tidak terhalang | ☐ |
| Tangga darurat dapat digunakan | ☐ |
| Emergency lighting berfungsi | ☐ |
| Tanda EXIT terlihat jelas | ☐ |
| Denah evakuasi tersedia | ☐ |
| Titik kumpul sudah ditentukan | ☐ |
| Nomor kontak darurat tersedia | ☐ |
| Staf mengetahui tugas masing-masing | ☐ |
| Simulasi kebakaran dilakukan berkala | ☐ |
| Hasil simulasi dievaluasi | ☐ |
Checklist ini dapat dimasukkan ke dalam kegiatan inspeksi rutin hotel agar kesiapan tidak hanya diperiksa ketika ada kejadian.
Setiap pemeriksaan dan kejadian terkait keselamatan sebaiknya dicatat.
Contohnya:
Dokumentasi membantu manajemen mengetahui kondisi fasilitas keselamatan dan memastikan temuan sebelumnya benar-benar ditindaklanjuti.
Kesalahan yang sering terjadi adalah SOP hanya diketahui oleh manajemen atau security.
Padahal kebakaran dapat terjadi di berbagai area hotel dan pada waktu yang tidak terduga.
Karena itu, staf Front Office, Housekeeping, F&B, Engineering, Security, hingga supervisor perlu mengetahui setidaknya:
Dengan begitu, ketika kondisi darurat terjadi, staf tidak perlu menunggu instruksi untuk melakukan tindakan dasar yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya.
SOP tanggap darurat kebakaran hotel bukan sekadar dokumen yang disimpan di kantor. SOP harus dipahami dan dilatih oleh seluruh staf agar setiap orang mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
Mulai dari mengenali kondisi darurat, mengaktifkan alarm, menghubungi pihak terkait, membantu evakuasi tamu, mengarahkan ke titik kumpul, hingga melakukan pendataan dan evaluasi setelah kejadian.
Jalur evakuasi juga harus selalu diperiksa dan dipastikan bebas dari hambatan. Dengan persiapan yang baik, hotel dapat meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat sekaligus membantu menjaga keselamatan tamu dan seluruh staf.